Tampilkan postingan dengan label Keamanan Jaringan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keamanan Jaringan. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 November 2010

Virus McD di Facebook

| | 6 komentar

      Apakah anda pengguna facebook? Jika ya tentu anda tahu tentang maraknya undangan berisi link atau tautan beralamat di bit.ly untuk menonton video heboh mengenai McDonald. Banyak macam judulnya, ada “The Truth Behind McDonald” dan “Shocking McDonald Video“. Tetapi, bukannya dapat video yang dimaksud, Facebook Anda malah menyebarkan undangan yang sama ke teman-teman dan mengotori inbox. Apa sebabnya program itu begitu laris?

      Graham Cluley dari perusahaan keamanan internet dan komputer Sophos sudah mengingatkan bahwa penyebaran virus ini sudah berlangsung sejak Agustus 2010. Menurutnya, penyebar virus memang selalu mengubah judul, tetapi semuanya terkait McD. Walau begitu, judul tersebut bisa saja diganti dengan judul menarik apa pun. Facebook pun sudah dihubungi untuk mencegah penyebarannya.Berikut adalah beberapa judul yang perlu diwaspadai:
  • The Truth behind Mcdonalds
  • What McDonalds DOESNT Want You To See
  • SHOCKING McDonalds Video
  • The DISGUSTING Truth Behind McDonalds
    
       Sebelum kasus ini muncul di Facebook, sebelumnya pernah beredar modus yang hampir sama. Saat itu, yang beredar adalah link untuk menonton cuplikan video berjudul "Candid Camera Prank". Kalau dulu beredar lewat status, kali ini beredar lewat undangan (Event Invitation). Kalau dulu, saat link diklik, program jahat langsung melakukan instalasi aplikasi di akun Facebook secara otomatis tanpa perlu persetujuan pemilik akun sekalipun dan setelah itu melakukan posting pesan berisi link yang sama kepada seluruh kontak dari akun Facebook yang menjadi korbannya.

       Modus inilah yang membuat Facebook mengubah aturan main instalasi aplikasi pihak ketiga. Agar program jahat makin susah menyusup, aplikasi pihak ketiga harus meminta izin kepada pengguna Facebook untuk melakukan instalasi. Mereka tetap dapat mengakses informasi apa saja, tetapi harus seizin pengguna Facebook.

       Secara teknis sudah dihambat, rupanya pelaku jahat memanfaatkan kelengahan pengguna Facebook yang sulit diatasi hanya lewat pengaturan keamanan saat menyebarkan link video McD. Sebenarnya pengamanan yang dilakukan oleh Facebook sudah cukup baik, di mana setiap instalasi aplikasi pada akun Facebook harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari pemilik akun dengan mengeklik "Allow". Namun, seperti biasa, para pengguna komputer umumnya memiliki prinsip hidup yang positif sekali sehingga kalau disuruh memilih mengeklik "Allow" atau "Not Allow", banyak yang akan mengeklik "Allow" tanpa melihat lagi apa yang bisa diakses aplikasi tersebut. Hal itulah yang menyebabkan eksploitasi ini dapat sukses menularkan dirinya.

       Perlu menjadi catatan dan perhatian bagi para pengguna komputer, eksploitasi ini terjadi pada API Facebook dan bukan pada operational system (OS) komputer Anda. Artinya, terlepas dari apa pun OS yang Anda gunakan (Windows, Linux, Mac atau Free BSD), sejauh Anda menggunakan akun Facebook dan menyetujui ("Allow"), akun Facebook Anda akan terinfeksi oleh eksploitasi ini dan mengirimkan undangan event ke semua kontak Anda.

        Jika Anda mengeklik link yang diberikan maka Anda akan dihantarkan pada situs konfirmasi Public Event. Sebenarnya jika Anda hanya melakukan klik pada "I'm Attending", "Maybe", atau "No", akun Anda tidak akan tereksploitasi karena tidak ada aplikasi yang diinstal. Namun, jika Anda mengeklik "Tiny URL" yang diberikan, Anda akan mendapatkan layar konfirmasi bahwa Anda harus login menggunakan HD Video Account.

      Jika korbannya "tergiur" atas dua banner yang tampil yang mengatakan "Shocking McTruth", "You'll Never Believe This !!!" dan mengeklik [Login] baru akan ditampilkan layar konfirmasi instalasi aplikasi. Sekali Anda mengklik [Allow] maka aplikasi jahat (malware) akan aktif pada akun Anda dan mengirimkan Event Invitation ke semua kontak Anda.

       Salah satu kunci keberhasilan eksploitasi malware ini adalah karena pembuatnya menggunakan video menarik untuk mengiming-imingi. Tak usah tertarik mengeklik karena isinya adalah hasil pengetesan kentang McDonald's yang dibandingkan dengan burger dan kentang goreng lainnya, di mana kesimpulan akhir dari video adalah semua makanan kecuali kentang McDonald's rusak dan berjamur setelah didiamkan selama beberapa hari atau minggu. Kentang McDonald's tidak mengalami penjamuran sama sekali dan diduga mengandung bahan yang berbahaya bagi manusia. Selain itu, link yang diberikan juga menggunakan video dengan judul "Super Size Me" yang membahas masalah obesitas di Amerika yang disebabkan oleh konsumsi fast food yang meningkat.

      Video yang digunakan ternyata diunggah dengan sengaja di YouTube pada tanggal 22 Oktober 2010 oleh pengguna yang bernama MrGamesFree, sedangkan video asli ini sebenarnya diambil dari www.ebaumsworld.com yang diunggah pada bulan Juni 2007.       "Kemungkinan besar pembuat 'virus' atau aplikasi ini tidak melakukan pencurian identitas atau tidak dapat melakukan pencurian identitas dengan eksploitasi ini, tetapi aplikasi ini memang diperbolehkan oleh Facebook untuk mengirimkan pesan secara otomatis kepada seluruh kontak di Facebook," demikian kata Aa Tan, dari Vaksincom, dalam e-mail-nya, Sabtu (30/10/2010).

        Hal ini tidak berarti rahasia password serta-merta diketahui oleh pembuat virus ini. Jadi kasus ini berbeda dengan kasus phishing (pemalsuan) situs Facebook yang memang bertujuan mencuri kredensial (username dan password Facebook). Hanya saja, pembuat malware ini merancangnya sedemikian rupa sehingga datang seakan-akan sebagai undangan event yang tersebar secara viral ke banyak orang. Tujuannya belum jelas apakah sekadar menjelek-jelekkan McD atau mengumpulkan korban untuk dimanfaatkan sewaktu-waktu.

       
        Jadi, kalau dapat undangan dengan judul terkait McD dan sejenisnya, abaikan saja. Kalau ragu-ragu, cek informasi apa saja yang mereka ingin akses. Jika berlebihan, tinggalkan tautan tersebut. Jangan gadaikan keinginan Anda melihat video aneh-aneh dengan mengorbankan semua akses ke akun Facebook Anda ke orang lain.

        Nah, lalu bagaimana kalau Anda telanjur terkena jebakan tersebut? Sudah terlanjur mengeklik video McDonalds di Facebook yang ternyata virus iseng? Jangan khawatir. Menurut Vaksincom, salah satu penyedia solusi keamanan internet di Indonesia, serangan atau eksploitasi tersebut tidak sampai mencuri password Anda. Namun, Anda patut waspada karena pembuat aplikasi tersebut bisa saja menyalahgunakan akun Anda untuk menyebarkan macam-macam informasi.

         Nah, sebelum pelaku pembuat virus tersebut berulah lagi, bisa apa saja yang dilakukannya dari mengirim iklan spam sampai mungkin sumpah serapah dan link gambar porno, buruan bersihkan virus tersebut dari akun Facebook Anda. Bagaimana caranya? Ikuti kiat dari Vaksincom, penyedia solusi keamanan, di bawah ini (lihat gambar sebagai panduan).

1. Klik [Account] [Privacy Settings] Anda akan membuka menu "Choose Your Privacy Settings"

2. Klik [Edit your settings] dari menu "Applications and Websites" di pojok kiri bawah untuk membuka menu "Choose Your Privacy Settings > Applications, Games and Websites

3. Klik [Remove unwanted or spammy applications] untuk membuka layar "Applications, Games and Websites > Applications You Use dak klik tanda "X" di sebelah "Edit Settings"

4. Anda akan mendapatkan layar konfirmasi Remove, klik tombol [Remove] untuk menghapus program HD Video Player

Selamat mencoba dan tetap waspada ^^

Referensi
http://tekno.kompas.com/read/2010/10/29/17074169/Awas..Virus.McDonald.di.Facebook-12

http://tekno.kompas.com/read/2010/11/01/15362145/Tips.Membersihkan.Virus.McD.di.Facebook-3

http://us.detikinet.com/read/2010/10/30/113513/1479493/323/waspadai-video-mcdonalds-di-facebook/

http://us.detikinet.com/read/2010/10/30/145559/1479623/323/mengapa-malware-mcdonalds-menyebar-pesat-di-facebook/
Read more...

Online Banking: Aman atau tidak?

| | 5 komentar

      Semakin maraknya bank-bank yang menawarkan layanan online banking membuat saya semakin tertarik untuk mencari tahu tentang cara kerja online banking dan tingkat keamanannya . Jujur saja saya bukan pengguna online banking karena saya masih sangsi akan tingkat keamanan dari layanan ini sendiri. Setelah mencari tahu dengan cara googling akhirnya saya mengetahui bahwa  pada awal kemunculan  internet banking di Indonesia, bank hanya menggunakan 2 lapis system pengamanan. Yaitu SSL (secure socket layer) dan autentikasi user dengan menggunakan user id+pin.

      Bagi yang masih awam mengenai SSL, layer ini digunakan untuk menyandikan komunikasi antara web browser nasabah dengan web server bank. Apabila biasanya kita mengakses situs-situs biasa dengan alamat http, maka situs bank yang menggunakan SSL mempunyai ciri khusus pada alamatnya berupa https (s singkatan dari secure).  Penyandiannya pun menggunakan sertifikat SSL 128 bit yang dikeluarkan oleh lembaga resmi seperti Cybertrust atau Verisign. Sertifikat ini mempunyai masa berlaku satu atau dua tahun. Setelah masa berlaku habis, maka bank harus memperbarui dan menggunakan sertifikat baru.

      Setelah sistem keamanan 2 lapis tersebut berhasil ditembus, kemudian bank menambah lagi satu lapis menjadi 3 lapis, yaitu dengan menambahkan one time password. One time password ini digunakan untuk mengautentikasi transaksi finansial. Sedangkan user id dan password hanya dapat mengakses layanan non finansial saja, seperti cek saldo dan lihat riwayat transaksi. Dengan demikian seandainya ada orang yg dapat mencuri user id dan pin i-banking, maka dia hanya akan bisa mengakses transaksi non-finansial saja tanpa bisa menguras uang korban.

Berikut ini saya jelaskan beberapa teknik hacking internet banking yang pernah terekspos media:
1. Keylogging.
Teknik ini biasanya digunakan oleh hacker di komputer umum yang penggunanya banyak bergantian, misalnya di komputer warnet. Hacker akan memasang software keylogger di komputer tersebut, dan berharap ada nasabah internet banking yg mengakses di komputer tsb. Software keylogger atau key stroke logger adalah software yg merekam semua karakter keyboard yg ditekan oleh pengguna komputer. Software ini berjalan di background dan biasanya tidak disadari oleh pengguna awam bahwa aktifitasnya sudah direkam oleh hacker. Di lain waktu si hacker akan melihat hasil jebakannya dan jika beruntung barangkali akan memperoleh user id dan pin nasabah yg kemudian digunakan untuk mengakses layanan i-banking.

2. Typo site.
Typo site merupakan situs perangkap yang dibuat oleh hacker,dan memiliki nama hampir serupa dengan situs aslinya. Sang hacker mengharapkan nasabah salah mengetikkan url situs i-banking sehingga navigasi terarah ke situs palsu. Contoh salah ketik misal: situs asli adalah bank.com tapi nasabah salah mengetikkan bang.com. Typo site ini memiliki tampilan hampir 100% mirip dengan situs aslinya, sehingga seringkali orang yang salah ketik tidak menyadari bahwa ia sebenarnya berada di situs yang salah Tanpa disadari oleh nasabah, dia akan memasukkan user id dan pin yg akan direkam oleh hacker di situs palsu, kemudian navigasi akan diteruskan ke situs asli. Data-data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melakukan transaksi illegal. Ciri utama jika kita kesasar di typo site adalah munculnya peringatan dari browser bahwa sertifikat ssl tidak valid atau bahkan situs tidak menggunakan https tetapi http biasa.

3. Phishing.  
Phishing adalah cara-cara penipuan yang dilakukan oleh hacker untuk mendapatkan informasi rahasia seorang nasabah seperti User ID, PIN, nomor rekening bank, nomor kartu kredit Anda secara tidak sah. Informasi ini kemudian akan dimanfaatkan oleh pihak penipu untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.
Modus ini dilakukan dengan berbagai cara, antara lain:
  • Berpura-pura sebagai pegawai bank yang meminta data-data nasabah dengan berbagai alasan,
  • Penggunaan alamat e-mail palsu dan grafik untuk menyesatkan Nasabah sehingga Nasabah terpancing menerima keabsahan e-mail atau web sites. Agar tampak meyakinkan, pelaku juga seringkali memanfaatkan logo atau merk dagang milik lembaga resmi, seperti; bank atau penerbit kartu kredit. Pemalsuan ini dilakukan untuk memancing korban menyerahkan data pribadi, seperti; password, PIN dan nomor kartu kredit.
  • Membuat situs palsu yang sama persis dengan situs resmi atau pelaku phishing mengirimkan e-mail yang berisikan link ke situs palsu tersebut.
  • Membuat hyperlink ke web-site palsu atau menyediakan form isian yang ditempelkan pada e-mail yang dikirim.

4. Virus dan spyware.
Belakangan pernah ditemukan virus yg jika menginfeksi komputer korban, akan memata-matai komputer korban, dan akan mengirimkan data penting korban ke pembuat virus/spyware. Para ahli Kingsoft Anti-virus mengatakan ada tiga jenis ancaman virus untuk keamanan online perbankan,antara lain:
1.    Downloaders Trojan
  • Terminator AV
Konfrontasi dengan software antivirus, khususnya merusak sistem keamanan komputer
  •  the robot dog
langsung melakukan operasi disk untuk memotong pengujian integritas file system, melalui sistem file yang terinfeksi (seperti explorer.exe, userinit.exe, WinHlp32.exe, dll)
  • drive
Akan menonaktifkan beberapa alat keamanan dan software antivirus dan mencegahnya bekerja, dan akan terus menguji window untuk menghentikan software anti-virus dan bantuan keamanan lainnya.
2.    Trojan Remote control
Sebuah trojan horse, Setelah Invasi, komputer yang terinfeksi dapat mengoperasikan berbagai tugas, seperti pemantauan layar, pemantauan keyboard, dan video.
3.    Internet Banking Daohao professional family
virus ini akan mencuri nomer kartu pembayaran nasabah, password, nama penerima, lokasi penerima,nomer serial transaksi, nama agensi jaringan pembayaran, dan informasi penting lainnya. virus tersebut antara lain: t
  • Net bank robbers Stealth
  • Network device 61440 Silver hacker Daohao
  • Net bank robber
  • "happy ears"
  • Bank Xiaoyan
  • silencer Daohao Trojan 102400
     Setelah membaca berbagai sumber, saya dapatkan bahwa untuk system layanan online banking di Indonesia, pihak bank yang hanya menyediakan 6-10 angka sebagai password dan tidak mengijinkan adanya huruf maupun spesial karakter. Selain itu tidak ada sistem challenge respon untuk memastikan keabsahan situs bank. Hal ini sangat saya sayangkan. Menurut saya password yang baik adalah password yang menggunakan kombinasi antara angka, huruf dan special karakter, sehingga akan lebih sulit bagi hacker untuk membobol password kita. Mengenai tidak adanya system challenge respon tentu akan membuat nasabah merasa kurang aman terhadap situs yang sedang dikunjungi. Makin maraknya kasus typo site tentu saja membuat nasabah (khususnya yang masih awam) merasa was-was karena tidak mengetahui apakah situs yang diaksesnya asli atau palsu.

    Kini keputusan kembali lagi kepada Anda, apakah Anda ingin tetap menggunakan online banking atau tidak. Kalau pun Anda tetap ingin menggunakan layanan ini, saya akan memberikan tips untuk menjaga keamanan internet banking Anda:
1. Tips Menjaga Kerahasiaan PIN
  • Jangan pernah menggunakan PIN yang sama untuk memenuhi kebutuhan finansial maupun non finansial yang Anda lakukan lewat web, seperti e-mail, online shopping, dan pelayanan langganan online lainnya.
  • Jangan membuat PIN yang merupakan pengulangan dari User ID
  • Jangan menggunakan PIN yang dapat ditebak dengan mudah oleh orang lain, seperti nomor telepon, tanggal kelahiran, nomor kendaraan, atau data pribadi lainnya. Sebaiknya pilihlah nomor PIN yang unik dan tidak bermakna. Semakin acak, semakin bagus.
  • Jangan menggunakan nomor PIN yang berurut seperti 123456 atau PIN yang merupakan pengulangan satu angka seperti : 111111
  • Jangan pernah memberikan PIN (nomor identifikasi personal) Anda pada orang lain, termasuk orang-orang terdekat Anda dan bahkan pihak bank sekalipun.
  • Jangan mencatat PIN pada kertas atau menyimpannya secara tertulis ditempat yang orang lain bisa membacanya, contoh : agenda atau kalender. Jangan pula menuliskan PIN Anda atau menyimpannya di hard disk komputer, disket, telepon seluler atau benda-benda riskan lainnya. Akan lebih baik lagi jika Anda bisa mengingatnya tanpa harus menuliskannya.
  • Berhati-hati menggunakan User ID dan PIN Internet Banking agar tidak terlihat atau dibaca orang lain.
  • Jika Anda menggunakan layanan Internet Banking, sebelum memasukkan USER ID dan PIN, Anda harus selalu meyakinkan bahwa situs yang Anda kunjungi benar. Pastikan bahwa halaman internet banking yang Anda kunjungi merupakan milik Bank tersebut.
  • Ubahlah PIN Anda secara berkala dengan menggunakan pelayanan rubah PIN di menu Administrasi pada Internet Banking
  • Ubahlah segera PIN Anda jika Anda merasa PIN tersebut telah diketahui orang yang tidak berwenang.
2. Tips menghindari keylogging
Tips supaya terhindar dari modus ini, mudah saja: selalu gunakan komputer pribadi untuk mengakses i-banking.
3. Tips menghindari typo site
  • Selalu periksa kembali ejaan nama situs yang Anda ketikkan
  • Tips untuk terhindar dari modus ini adalah tambahkan situs i-bank ke bookmark atau favorit browser, dan selalu kunjungi dari sana. 
  • Jangan pernah mengunjungi situs i-bank dari link yg disediakan oleh situs ketiga, seperti toko online, karena beresiko dibelokkan ke situs palsu.
4. Tips menghindari phising
  • Jangan mudah terpancing untuk mengikuti arahan/petunjuk apapun sehubungan informasi rekening, yang dianjurkan pada e-mail yang dilink ke situs bank tertentu.
  • Jika Anda menerima e-mail sejenis ini dan mengatasnamakan Bank, berhati-hatilah. Bank biasanya menerapkan kebijakan untuk tidak meminta pemilik rekening/Nasabah mengup-date data melalui sarana e-mail.  
  • Jika Anda menerima e-mail seperti ini, segera laporkan kepada pihak Bank Anda.
5. Tips menghindari virus/spyware
  •  Selalu update anti virus
  • Berhati-hati saat menjelajah internet dan menerima attachment email tak dikenal

Referensi:
http://www.softcov.com/anti-virus/recognizing-the-threat-from-three-types-of-virus.html


http://us.detikinet.com/read/2007/06/15/114659/794129/323/keamanan-online-banking-semakin-buruk

http://dhidik.wordpress.com/2009/04/14/keamanan-internet-banking/

http://betha.web.id/?p=277



Read more...

Strategi Backup pada Disaster Recovery Center

| | 0 komentar

Strategi backup yang akan saya bahas adalah tentang proses pemindahan data pada sistem yang kritis ke pusat pengolahan data alternatif. Disaster Recovery Plan didesain untuk menjamin kelangsungan proses bisnis yang vital jika terjadi disaster. Rencana ini merupakan solusi yang efektif yang dapat digunakan untuk me-recover semua proses bisnis yang vital dalam jangka waktu yang diinginkan menggunakan record-record data vital yang disimpan secara off-line.
Skenario disaster recovery diperuntukkan untuk hal-hal tertentu, seperti kehilangan akses ke pusat komputer, hilangnya kemampuan sistem dalam memproses data, dan terputusnya keterhubungan dengan jaringan. Skenario ini juga mengasumsikan bahwa semua peralatan di ruang komputer tidak dapat terselamatkan dan semua kemampuan kritis dari alat telekomunikasi telah hilang.
Ketika terjadi disaster, petugas khusus akan mengambil tindakan cepat untuk memperingatkan Disaster Recovery Centre (DRC). Penyimpanan kembali data-data dari critical coverage (tempat data-data dari pusat komputer di-backup) ke pusat komputer dilakukan setelah pusat komputer itu beroperasi dengan baik. Adapun skenario disaster recovery adalah sebagai berikut :
·             Pengiriman data dari Authorized User Data dan Software archived dalam bentuk off-site storage ke Disaster Recovery Center.
·             Menghubungkan network lines ke DRC.
·             Operating the Critical Applications on the Configuration at the Disaster Recovery Center
·             Menyediakan Critical Coverage pada Disaster Recovery Center
·             Menyediakan workspace dan peralatan yang dibutuhkan

Backup
Dalam memilih media backup, terdapat beberapa faktor yang berpengaruh, yaitu :
·         Besar data
·         Biaya dari media yang digunakan
·         Performa
·         Reliability
·         Ease of offsite storage

Metode dari backup itu sendiri, secara garis besar dibagi menjadi 3, yaitu :
1        Normal Backup
Normal backup atau full back up adalah metode backup seluruh data dan berisi semua data dalam folder dan file yang terdapat dalam system, dengan demikian waktu recovery akan lebih singkat, namun waktu untuk backup lebih lama. Dengan metode ini, backup-an terakhir dapat memulihkan semua data yang ada, namun hal ini juga menyebabkan masalah apabila backup ini dicuri oleh hacker, maka hacker tersebut akan memiliki seluruh salinan data. Selain itu metode ini membutuhkan media backup dengan kapasitas besar.
Gambar1. Normal Backup

2        Differential Backup
Differential backup berisi semua file yang telah berubah sejak terakhir full backup. Pada metode ini hanya dibuutuhkan full backup saat pertama kali, dan backup selanjutnya dilakukan pada titik terakhir backup yang dilakukan sebelumnya. Proses dari Differential backup dilakukan terus hingga full backup dilakukan kembali pada suatu titik tertentu. Metode ini mengurangi waktu yang diperlukan untuk mem-backup data. Ketika tiba waktunya untuk men-restore data, yang pertama harus dilakukan adalah men-restore full backup terakhir dan diikuti dengan data-data dari differential backup dari full backup terakhir. Metode ini memiliki kelebihan adalah bahwa hanya dibutuhkan dua kontainer backup data diperlukan untuk melakukan pemulihan data yang lengkap. Proses backup cepat dan ruang penyimpanan dengan kapasitas yang lebih kecil dibanding full backup. Kekurangannya metode ini lebih lambat dibanding full backup, adanya kerancuan dalam melakukan backup.
 Gambar2. Differential Backup

3        Incremental Backup
Pada incremental, backup dilakukan sesuai incremental backup terakhir, sehingga tidak dibutuhkan full backup secara terus–menerus. Pada metode ini backup dilakukan di titik backup yang dilakukan pada hari sebelumnya. Metode ini merupakan proses backup yang paling cepat dengan ruang kapasitas penyimpanan yang kecil, namun membutuhkan waktu recovery yang lama karena data yang harus di recover merupakan data yang di backup setiap harinya.
Gambar3. Incremental Backup

Strategi Backup dan Recovery Data
            Dengan mempertimbangkan manajemen backup dan proses recovery, beragam strategi implementasi dapat diterapkan. Strategi implementasi pertama yang akan dibahas adalah offline backup ke media tape

a.   Offline backup Solutions
Offline backup merupakan mekanisme yang melibatkan proses pembuatan copy data dari primary storage (dr filers) ke offlinre media seperti tape. Proses ini menghubungkan tape drives langsung ke filers. Backup ini dibutuhkan untuk menjamin kebutuhan data yang hilang atau dirubah secara tidak sengaja. Proses ini menggunakan external storage harddisk USB sehingga membutuhkan waktu yang sangat lama.
 Gambar4. Offline Backup

Metode offline backup ada dua,yaitu:
1.      Disk-to-Tape Deployment
Penyebaran backup tipe NAS (Network Attached Storage) termasuk satu atau lebih aplikasi server backup yang ada di pusat data. Dengan peningkatan dalam penerapan konfigurasi backup berbasis NDMP, tidak ada batasan pada lokasi fisik dari NDMP-compliant backup servers
           
Gambar4.1 Disk-to-Tape Deployment

2.      Disk-to-Disk-to-Tape Deployment
Pendekatan unik lain untuk backup berbasis LAN adalah sebuah teknologi baru dari NetApp, seperti produk NearStore™, yang mendukung efektifitas mekanisme backup disk to disk. Software NetApp\'s SnapMirror® dapat digunakan untuk replikasi data asyncronous melalui sebuah IP/Ethernet connection dari filers di remote sites ke NearStore appliance yang terletak di central site, dengan kapasitas penyimpanan yang besar yang tidak mahal, dimana dapat digunakan untuk mereplikasi data dari remote site.

Gambar4.2 Disk-to-Disk-to-Tape Deployment

b.   Online Data Protection Solutions
Proses ini diperlukan untuk memproteksi data bila terjadi data loss dalam proses backup data dari client ke filler. Salah satu bentuk online data protection yang dapat diterapkan pada DRC adalah Remote Site Disaster Recovery. Plihan konfigurasi untuk remote site disaster recovery sangat beragam tergantung pada jarak antara sites, level redundansi yang dibutuhkan, dan metode lain untuk data recovery.

1. Active/Passive
Filer A di Site A di dalam gambar di bawah ini menggunakan teknologi SnapMirror untuk mengupdate data di Filer B di Site B. Dengan demikian, Filer B berperan sebagai tempat backup online untuk data dari filer A. 
 Gambar4.3 Active/Passive

Misalkan terjadi disaster di site A, copyan online dari data di filer B dapat dikonversi menjadi bentuk read/write ketika filer A berhenti melakukan snap mirror ke site B. Clients yang terhubung dengan Filer A dapat memulai mengakses data dari filer B. Ketika Filer A bisa berfungsi dengan baik lagi dan online, volume dan snapshot dari filer B dapat dikembalikan kembali ke filer A. 

2. Active/Active
Konfigurasi disaster recovery active/active mirip dengan konfigurasi active/passive kecuali bahwa Site B juga digunakan sebagai production site. Setelah data dari filer A di replikasi ke filer B, data di filer B juga direplikasi kembali ke filer A dengan Snapmirror untuk perlindungan dua arah. Ini membuat kedua site bisa saling me-recover jika terjadi disaster di salah satu site. Setiap site juga terus melayani permintaan data dari local clients. Hasil copy data dari hasil SnapMirror di site B dapat ditransfer ke tape library di site A untuk memusatkan operasi backup melalui multiple sites.
 Gambar4.4 Active/Active

3. Multisite Topologies
Teknologi Snap Mirror yang dipakai di konfigurasi Multisite Topologies bisa disesuaikan arahnya. Multisite topologies digunakan di perusahaan besar yang mempunyai data center yang tersebar di berbagai benua. Contoh konfigurasi seperti ditunjukkan pada gambar 6 dapat mengatur disaster recovery dari 3 site.Site-site ini dapat terletak di dalam kampus, area metropolitan, atau antar negara.
SnapMirror dapat dilakukan di Filer A, B, dan C dalam mode siklik. Volume data dan snapshot dari filer A direplikasi ke filer B, filer B ke Filer C, dan Filer C kembali ke Filer A. Hal ini memungkinkan data di sembarang site dapat diakses dari site pasangannya. Misalkan filer B di site B rusak, maka client-nya dapat mengakses data yang sudah di-copy dari Filer C. Dengan metode ini, jika terjadi disaster di salah satu site dapat ditanggulangi oleh site pasangannya. Data dari Site B dan Site C dapat direplikasi menggunakan SnapMirror ke data center Site A dan dipindahkan ke tape library selama penyimpanan offline. 
 Gambar 4.5 Perbandingan Konfigurasi Active/Passive, Active/Active dan Multisite Topologies

Masing-masing konfigurasi untuk menerapkan online data protection memiliki kelebihan dan kekurangan. Konfigurasi Active/Active memiliki keunggulan pada proteksi dua arah. Dengan proteksi ini, jika terjadi disaster di salah satu site, maka kedua site bisa saling me-recover. Selain itu, kedua site dalam konfigurasi Active/Active bisa berfungsi sebagai production site.  Konfigurasi Multisite Topologies memiliki kehandalan dalam mengintegrasikan data-data yang berbeda dari banyak remote site.

Opini Saya
Seperti yang kita ketahui akhir-akhir ini negeri kita tercinta, Indonesia ditimpa berbagai bencana alam seperti banjir banding di Wasior, meletusnya gunung Merapi, tsunami di Mentawai, banjir di berbagai daerah, dan masih bayak lainnya. Kejadian seperti itu memang tidak dapat kita duga-duga sebelumnya. Berkaitan dengan hal tersebut dapat saya katakan bahwa backup dan recovery adalah requirement mutlak dibutuhkan untuk pencegahan akan kerusakan atau kehilangan data pada bank, institusi pendidikan, dan perusahaan lainnya yang memiliki data penting dengan tingkat perubahan yang cepat pada pusat data mereka. Disaster Recovery Centre (DRC) merupakan solusi yang tepat untuk permasalahan tersebut. Metode offline backup dan online backup yang ditawarkan juga merupakan metode yang saling melengkapi dalam memproteksi data dari perusahaan-perusahaan atau instansi penting.

Referensi
·       Strategi Backup dan Recovery Data pada Disaster Recovery Centre, Benny Syahputra, 2008
Read more...
 
 

ordinary | Designed by: Compartidísimo
Images by: Scrappingmar©